
MONTGOMERY - Seorang wanita berusia 45 tahun akhirnya lulus kuliah setelah 23 tahun kehilangan ingatan. Su Meck adalah mahasiswa jurusan musik di Montgomery College, Amerika Serikat. Dia mengambil program associate degree yang di Indonesia biasa disebut D-3.
Perjuangan Meck dimulai ketika dia kehilangan ingatan pada 1988. Ketika itu, Meck yang berusia 22 tahun, sedang memasak di dapur. Dia mengangkat putranya, Patrick, yang berusia enam bulan tinggi-tinggi. Saat itu, kipas yang ada di langit-langit rumah bergeser. Entah bagaimana, kipas itu jatuh dan menimpa kepala Meck.
Ingatannya hilang total. Meck koma selama seminggu, dan saat terbangun, mentalnya sama seperti anak kecil. Dia tidak mengenal suami dan kedua bayinya. Dia hampir tidak bisa berbicara, membaca atau menulis, berjalan atau makan, mengenakan pakaian, hingga menyetir.
Tes dengan MRI menunjukkan, otak Meck mengalami keretakan. Cedera ini membuatnya mengalami amnesia retrograde lengkap, ketidakmampuan untuk mengingat masa lalu. Suami Meck, Jim, menjelaskan, istrinya seperti orang mati. “Kepribadiannya hilang,” kata Jim seperti dikutip dari situsHuffingtonpost, Sabtu (28/5/2011).
Jim dan Meck bertemu lima tahun sebelumnya di Ohio Wesleyan University. Setelah Jim lulus, Meck meninggalkan kuliahnya, menikah, dan menetap di Fort Worth, di mana Jim bekerja. Sebelum kecelakaan, Meck merupakan pemain drum yang baik. Namun koma membuatnya kehilangan semua kenangan. Dia tidak tahu lagi kunci bermain drum atau piano. Teman dan orang yang dicintainya merupakan orang asing. Ketika disapa, Meck hanya membalas dengan tatapan kosong.
Meck meninggalkan rumah sakit setelah dua bulan. Dia bisa keluar setelah menyelesaikan serangkaian tes, seperti naik sepeda, menyiapkan makanan dan membaca buku anak-anak yang sederhana. Dia mendapat bantuan dari suaminya, kerabat dan teman. Tapi baginya, kembali ke kehidupan sebagai seorang istri dan ibu muda seperti terjun bebas.
“Saya selalu bertanya-tanya, Apa yang harus saya lakukan sekarang? Apa rencananya? Apa tujuannya? Apakah saya harus menjadi orang seperti dulu atau menjadi orang baru?” tanyanya.
Pada tahun pertama keluar dari rumah sakit, Meck tidak bisa berbicara melalui telepon. Dia berkomunikasi dengan keluarganya hanya melalui surat. Meck menulis surat dengan ejaan dan tulisan tangan seperti seorang anak kecil.
Selama bertahun-tahun, Meck hidup sebagai istri dan ibu. Dia pun belajar membaca dan menulis dari anak-anaknya. Dia menjadi relawan di perpustakaan sekolah sehingga bisa membaca. Dia belajar bersama dua putranya, Benjamin Meck (24 tahun) dan Patrick (23).
Pascakecelakaan, putra ketiganya, Kassidy (18) lahir. Sembilan belas tahun setelah kecelakaan, pada 2007, Meck sekolah lagi untuk pertama kalinya. Mengapa Meck kuliah? “Saya tidak benar-benar tahu apa yang akan saya lakukan. Dan Montgomery College ada di sana,” jelasnya.
Dia bertanya anak-anaknya apa yang harus dibawa ke kelas, bagaimana membuat catatan, bagaimana mengajukan pertanyaan dan menulis makalah. Kelas pertamanya adalah sosiologi, manajemen stres, dan perbaikan matematika.
Menurut Jim, Meck adalah pelajar yang lambat. Dia harus bersusah payah mengerjakan tugas, membaca bagian yang sulit terus menerus sehingga bisa mengingatnya. Setelah melalui perjuangan selama empat tahun, Meck akhirnya lulus. Setelah ini, Meck dan suaminya berencana pindah ke Massachusetts. Dia mengejar gelar sarjana dan mendaftarkan diri di Smith College.
Sumber :http://www.okezone.com/
My Note
About Me
Recent Post
Excellent Youth
Mbakna Uupss
Nenkna Uupss
Dekna Uupss
Upiee
Mak Pajah
Mama Evenexcthree
Menyun Kwekz
Cacha Chayya
Ulul Charming
Junjun Junior
Kak Poetri Terindah
Memey Alfa
Nikimita :D
Rega gaga
Chipa Cemplukz
Mbak Sulek
Regina Gutawa
Nayya Cute
Bhebe’ Indhory
Bu’ Dara Cute
Arninda San
Alpindang ^_^
Mbak Haha
Nenk Chizbie Phikrie
Mas Ika’ Cool
Ibu Qta Bu Patem
Papa Resya San
Best Cheerz ^^V
Nenek Nelii
Nenkna Uupss
Dekna Uupss
Upiee
Mak Pajah
Mama Evenexcthree
Menyun Kwekz
Cacha Chayya
Ulul Charming
Junjun Junior
Kak Poetri Terindah
Memey Alfa
Nikimita :D
Rega gaga
Chipa Cemplukz
Mbak Sulek
Regina Gutawa
Nayya Cute
Bhebe’ Indhory
Bu’ Dara Cute
Arninda San
Alpindang ^_^
Mbak Haha
Nenk Chizbie Phikrie
Mas Ika’ Cool
Ibu Qta Bu Patem
Papa Resya San
Best Cheerz ^^V
Nenek Nelii
Tampilkan postingan dengan label Around Us. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Around Us. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Mei 2011
Lulus Kuliah Setelah Amnesia Selama 23 Tahun
Categories
Around Us
Rabu, 25 Mei 2011
Gadis Umur 8 Tahun Bertubuh Tua Renta
Go4HealthyLife.com, Jakarta – Seorang gadis kecil yang tinggal di Inggris mengalami penyakit langka yang menyebabkan laju usianya bertambah cepat.
Ashanti Elliot-Smith (8) memiliki tubuh seperti nenek berusia 80 tahun, akibat penyakit Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGP).
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan progeria (berasal dari kata Yunani 'progeros', yang berarti penuaan dini). Penyakit ini disebabkan oleh kondisi genetik yang amat langka yang mempercepat proses penuaan.
Menurut laporan The Sun, Ashanti didiagnosis progeria seminggu sebelum ulang tahun pertamanya. Meskipun fungsi kognitifnya kurang lebih sama dengan teman sebaya, namun berat badannya hanya 12 kg (bandingkan dengan anak usia 4 tahun yang rata-rata memiliki berat 16-18 kg).
The National Human Genome Research Institution mengatakan progeria menyebabkan anak yang terkena kondisi ini mengembangkan karakteristik penampilan yang mudah dikenali, misalnya kebotakan, kulit terlihat menua, wajah dan rahang kecil dibandingkan dengan ukuran kepala.
Anak-anak dengan progeria juga umumnya mengalami kondisi yang terlihat pada orang yang berusia lebih tua, seperti sakit pada persendian, dislokasi dan rasa sakit pada panggul, serta penyakit jantung progresif.
Karena rasa sakit di persendian, Ashanti mengalami kesulitan berjalan jauh. Dia mengandalkan kursi roda untuk bergerak. The Sun menyumbangkan alat seharga 6000 poundsterling kepadanya setelah National Health Service (NHS) menolak mendanainya dengan alasan ‘gadis kecil itu tidak cukup cacat’.
The New York Post baru-baru ini melaporkan bahwa Ashanti adalah satu dari 50 orang di seluruh dunia yang mengalami Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome.
Menurut National Human Genome Research Institue, prognosis anak-anak dengan progeria sangat buruk. Sebagian besar meninggal pada usia 13 tahun, umumnya karena serangan jantung atau stroke.
Belum ada obat untuk progeria, dan tidak ada terapi yang telah terbukti efektif merawat penyakit ini.
Categories
Around Us
Langganan:
Postingan (Atom)

